Custom Search

KETIK GOSIP ARTIS TERBARU YANG ANDA CARI

Custom Search
Tampilkan postingan dengan label Nazaruddin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nazaruddin. Tampilkan semua postingan

Plis deh! Sudah Jadi Tersangka Korupsi, Kabur ke Luar Negeri, Nazaruddin Belum Juga Dipecat DPR





Badan Kehormatan (BK) DPR mengaku belum memecat mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) yang juga anggota Komisi III DPR, M Nazaruddin. Ketua BK, M Prakosa mengatakan saat ini proses terhadap tersangka kasus dugaan suap wisma atlet itu masih berjalan.

“Yang kita periksa yakni dugaan pelanggaran etika terkiat gratifikasi kepada Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK), Janedri M Gaffar,” katanya saat dihubungi Republika, Ahad (14/8). Sempat diberitakan, Nazar memberikan uang sebesar 120 ribu dollar Singapura ke Sekjen MK, Janedri M Gafar tetapi sudah dikembalikan.



Prakosa menegaskan BK hanya memproses kasus Nazar dari dugaan kasus tersebut, bukan kasus lainnya yang mencuat. Kalaupun persoalan ketidakhadirannya selama masa sidang IV atau tiga bulan belakangan, hal tersebut hanya menjadi salah satu parameter pendukung.

Hanya saja, meski sudah diproses dan sudah memanggil saksi yang dibutuhkan, keputusan belum bisa diambil. Sebab, keputusan harus diberikan saat masa reses DPR selesai. Tetapi, belum sempat hal tersebut terjadi, beberapa hari lalu, ia menyatakan mendapatkan kabar sudah ada surat dari DPP PD ke DPR yang menyatakan telah menarik keanggotaan Nazar dari DPR.

Jika hal tersebut benar, maka proses politik harus dilalui terlebih dahulu dengan memberikan surat keterangan ke KPU dan menggantikan sosok Nazar dengan caleg yang suaranya berada di bawah Nazar. Selama itu pula, BK tak bisa memutuskan tindakan yang bisa dilakukan terhadap Nazar.

Prakosa pun meyakini Nazar masih terdaftar sebagai anggota DPR hingga saat ini. Sederhananya, jika BK masih memeriksa, maka artinya, yang bersangkutan masih terdaftar sebagai anggota. Maka, selama itu pula, Nazar masih menerima gaji sebagai anggota dewan selama tiga bulan masa pelarian.

REPUBLIKA








05.43 | 1 komentar | Read More

Bang Nazaruddin Lahap Makan Sahur Sayur Buncis dan Ikan Tongkol





Tersangka Suap Wisma Atlit, M Nazaruddin dikabarkan dalam kondisi sehat setelah perjalanan panjang dari Kolombia. Suami Neneng Sri Wahyuni itu pun juga menjalani ibadah puasa di dalam Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Minggu (14/8/2011).

"Tadi pas sahur makannya banyak. Menunya dari kita yakni nasi, sayur buncis sama ikan tongkol. Minumnya teh hangat manis," kata juru bicara Mako Brimob, AKBP Budiman di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Minggu (14/8/2011).



Setelah sahur, Budiman mengatakan Nazaruddin lalu menjalankan salat shubuh di balik sel pada Blok B Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Kondisi Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu pun dinyatakan sehat oleh dokter piket RS Bhayangkara Brimob. "Beliau tadi minta dicek kesehatan, lalu dokter Sulis mengecek dan dinyatakan sehat," imbuh AKBP Budiman.

Budiman juga mengaku sempat mengobrol dengan Nazaruddin. Dia mengaku Nazaruddin sudah dapat menyesuaikan kehidupannya di balik terali besi. "Dia sudah enjoy tadi. Fisiknya juga baik," imbuhnya.

Menjelang sore hari, Nazaruddin menjalankan Salat Ashar di balik terali besi. Pihak Rutan pun telah mengantarkan menu berbuka bagi Nazaruddin. "Kalau menu berbuka saya belum lihat detil tapi kolak jadi menu wajib," pungkasnya.

Tribunnews








05.07 | 0 komentar | Read More

Bang Nazaruddin Sendirian Tinggal di Blok B Rutan Mako Brimob





Tersangka kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dia menempati sel di blok B berukuran 4 kali 4 sendirian.



Diketahui, Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok terdiri atas tiga blok. Blok A terdiri dari enam ruangan. Begitu pula dengan Blok C yakni enam ruangan. Sementara untuk Blok B terdiri dari empat ruangan.

"Di Blok B itu hanya dia (Nazaruddin) saja, sendirian disana," kata Juru Bicara Mako Brimob, AKBP Budiman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu (14/8/2011).

Tribunnews








05.07 | 0 komentar | Read More

Bang Nazaruddin Medekam di Sel yang AC-nya Mati





Tersangka kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Juru bicara Rutan Mako Brimob AKBP Budiman mengatakan sel ruangan tempat Nazaruddin ditahan terdiri dari tempat tidur, sofa, lemari serta toilet. "Pendingin ruangan sebenarnya ada tapi lagi mati," imbuhnya.



Perwira menengah itu mengaku tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu di balik terali besi. Dirinya menjelaskan tahanan tidak diperbolehkan sekalipun keluar tahanan. "Mau nonton televisi juga tidak bisa. Untuk kegiatan Pak Nazaruddin sebagai seorang muslim yang menjalani puasa ya kemungkinan wiridtan," imbuhnya.

Nazaruddin diketahui pula menempati sel bekas Udju Juhaeri, terpidana kasus suap dalam pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda S Goeltom. Udju telah dipindahkan ke LP Cipinang setelah divonis tiga tahun penjara serta denda sebesar Rp 150 juta oleh Pengadilan Tipikor. "Dia menempati sel bekas Udju yang telah kosong," pungkasnya.

Tribunnews








05.04 | 0 komentar | Read More

VIDEO: DRAMA Memulangkan Nazaruddin Dari Pelarian Kolombia




Ada kerepotan untuk memulangkan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Muhammad Nazaruddin dari Kolombia. Sebab, Indonesia dan Kolombia tak ada perjanjian ekstradisi. Ada kemungkinan Kolombia tak akan mendeportasi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu.
Karena itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menyiapkan surat ekstradisi meski tetap berharap Nazaruddin dideportasi. Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, di Jakarta, Rabu (10/8), mengaku telah mengirimkan surat resmi pencabutan paspor asli milik Nazaruddin.

Menurutnya, pembuatan surat permohonan ekstradisi hanyalah opsi yang disiapkan pemerintah jika ternyata Nazaruddin tidak dideportasi.



Buronan kasus dugaan suap pada pemenangan tender pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, ini diketahui menggunakan paspor milik saudaranya Syarifuddin yang memiliki tempat lahir sama. Nazaruddin akhirnya tertangkap di Kolombia karena kecurigaan pihak imigrasi setempat terhadap foto paspor yang berbeda dengan dirinya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan Pemerintah Kolombia dapat menerima pertimbangan hukum yang diajukan Pemerintah Indonesia. Kolombia setuju menyerahkan Nazaruddin kepada Indonesia.

Menurut dia, Kolombia sudah meminta komunikasi resmi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia dan meminta sejumlah pertimbangan hukum atau alasan untuk menyerahkan Nazaruddin. Setelah pertimbangan hukum telah dipelajari, Kejaksaan Kolombia menyerahkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini kepada imigrasi Kolombia.

Penyerahan resmi Nazaruddin, menurut Marty, dilakukan pada 10 Agustus 2011, pukul 17.00 waktu Kolombia kepada imigrasi Indonesia. Tim gabungan dari KPK, Kepolisian, Imigrasi, Kementerian Luar Negeri, lanjutnya, telah berada di Kolombia guna menerima Nazaruddin. Karena itu, hampir dipastikan pemulangan Nazaruddin dilakukan dengan cara deportasi.

MetroTVNews








19.40 | 0 komentar | Read More

Ke Mana Uang Rp150 Juta Sayembara Nazaruddin...?




Sebuah lembaga masyarakat Lumbung Informasi Rakyat menjanjikan memberikan Rp150 juta kepada siapa saja yang berhasil menangkap buronan Muhammad Nazaruddin. Kini setelah Nazaruddin tertangkap, kemana bonus itu?

"Kami akan tetap memberikannya, tapi sayembara itu kini kami alihkan," kata Presiden LIRA, Jusuf Rizal, saat dihubungi VIVAnews.com, Senin 8 Agustus 2011.

Jusuf beralasan, sayembara itu digelar bagi masyarakat. Sedangkan Nazaruddin ditangkap oleh tim gabungan dari interpol, kepolisian, KPK, dan Imigrasi. "Kalau lembaga-lembaga itu kan memang tugas mereka menangkap Nazaruddin, jadi tidak mungkin uang itu diserahkan kepada mereka," ujarnya.





Untuk itu, lanjut Jusuf, LIRA tetap akan menggelar sayembara dengan jumlah hadiah tetap yakni Rp150 juta. "Uang itu kini kami alihkan dengan menggelar sayembara kepada masyarakat agar melaporkan tindak pidana korupsi. Siapa yang memiliki data dan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, maka mereka akan mendapatkan Rp150 juta itu," ujarnya.

Nazaruddin tertangkap di Cartagena, Koloumbia saat hendak meninggalkan negara tersebut. Untuk mempermudah proses, Nazaruddin dibawa ke Bogota, ibukota Kolombia.

Nazaruddin menjadi buronan dalam kasus suap Wisma Atlet Sea Games di Jakabaring, Sumatera Selatan. Nazar pergi ke Singapura sebelum dicekal dan ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Mei 2011. Nazar kemudian terdeteksi di Kuala Lumpur dan sejumlah negara lainnya.

Dari persembunyiannya, lewat BlackBerry Messenger, Nazar membongkar orang-orang di balik kasus suap Wisma Atlet. Dia juga membeberkan kasus lain menyangkut Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

VIVAnews








01.34 | 0 komentar | Read More

Bersembunyi di Cartagena Kolombia, Muhammad Nazaruddin Tetap Puasa




Dalam persembunyiannya di Cartagena, Kolombia, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin tetap mengerjakan puasa Ramadan. Bahkan Dubes RI untuk Kolombia Michael Menufandu sempat membawakan makanan Nazaruddin untuk berbuka.

"Dia tetap berpuasa. Bahkan, kemarin saya sempat membawakan makanan untuk buka," kata Michael saat dihubungi detikcom, Senin (8/8/2011) pukul 17.45 WIB atau pukul 05.45 waktu Kolombia.

Nazaruddin ditangkap aparat Interpol Kolombia Minggu (7/8/2011) pukul 02.00 waktu setempat. Dia ditangkap saat duduk-duduk santai di sebuah tempat, setelah empat hari berada di kota wisata itu.





Michael mendapat informasi penangkapan Nazaruddin dari komandan Interpol Kolombia pada Minggu pukul 08.00. Setelah mendapat informasi itu, dia kemudian terbang ke Cartagena bertemu Nazaruddin.

Nazaruddin masih berpenampilan biasa, tidak mengubah penampilan wajahnya. Namun, Nazaruddin yang saat itu menggunakan paspor Indonesia atas nama Syarifuddin, itu sempat mengeluh sakit jantung. Dia sempat diperiksa di RS, namun hasilnya dia sehat-sehat saja. Dia pun dibawa lagi ke kantor polisi Cartagena.

Saat ini, Nazaruddin sudah berada di Bogota. Dia diterbangkan aparat interpol dengan pesawat khusus ke Bogota pada Minggu (7/8/2011) malam. Rencananya, Senin pagi waktu setempat, Michael akan bertemu kembali Nazaruddin. "Dia katanya hanya mau bicara dengan saya," ujarnya.

detikcom








08.48 | 0 komentar | Read More

Ketika Ditangkap Nazaruddin Pakai Nama Syafruddin




Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan semalam sekitar pukul 21.00 -22 WIB, Duta Besar Indonesia untuk Kolombia Michael Manufandu melaporkan penangkapan seseorang yang diduga kuat mirip Muhammad Nazaruddin di Cartadena, Bogota, Kolombia.

"Tadi malam melalui Menlu telah terima informasi dari Dubes kita di Kolombia telah ditangkap seseorang yang dicurigai sebagai saudara Nazaruddin oleh interpol di Colombia. Ia memakai nama Syafruddin," kata Djoko dalam konferensi pers di kantor Presiden Jakarta, Senin (8/8/2011).





Dijelaskan ini adalah kerjasama Interpol, KPK, dan Kemlu, serta Kementeri Hukum dan HAM.

"Selama ini mereka telah bekerja keras melalui polri dan interpol. Selama ini hasil penyelidikan di Cartadena, identik yang kita sebut sebagai yang disebut Nazaruddin. Yang bersangkutan menggunakan paspor dengan identitas palsu dengan nama Syahruddin," kata dia.

Dijelaskan Dubes RI di Kolombia sudah berangkat dari Bogota ke Cartadena dan sudah bertemu langsung. Secara fisik identik dengan apa yang selama ini disebut Nazaruddin dan yang bersangkutan minta didampingi terus oleh Dubes. Karena Cartadena bukan ibukota negara maka tadi malam yang bersangkutan sudah diberangkatkan ke ibukota," kata dia.

TRIBUNnews








07.34 | 0 komentar | Read More

Utang Indonesia Sudah Rp 1.900 Triliun, Pemerintah Diminta Stop Biayai Pembangunan dari Utang




LSM Koalisi Anti Utang (KAU) mendesak agar pemerintah tidak lagi mengandalkan dana yang berasal dari utang luar negeri sebagai salah satu sumber untuk membiayai pembangunan di dalam negeri.

"Semakin besar kita mengandalkan utang maka akan semakin besar bahaya yang bisa berdampak pada ekonomi nasional," kata Ketua LSM Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan di Jakarta, Jumat. Menurut dia, isu utang seharusnya saat ini menjadi "debat panas" di dalam DPR karena banyak hal yang harus diperhatikan terkait hal itu.

Ia mencontohkan, hal penting yang harus dicermati terkait dengan utang adalah sejauh mana jumlah cicilan pokok dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar utang tersebut. Dani juga mengingatkan bahwa Indonesia juga harus belajar dari kekisruhan dalam penentuan pagu utang AS yang sempat menjadi perdebatan hangat baik di dalam tubuh pemerintah AS maupun kongres negara itu.





"Di AS terlihat isu utang menjadi krusial tetapi di Indonesia isu utang masih belum menjadi debat politik yang panas," katanya. Sebelumnya, Kepala Biro Humas Bank Indonesia Didi A Johansyah juga menilai, total utang luar negeri Indonesia baik pemerintah maupun swasta yang terus meningkat hingga kwartal I tahun ini patut terus dicermati.

"Meski ekonomi kita stabil dan fundamental ekonomi bagus, tetapi utang luar negeri harus terus dicermati dengan mengingatkan pelaku bisnis untuk mengelola utang luar negerinya secara berhati-hati," kata Didi di Jakarta akhir Juni lalu.

Jumlah utang luar negeri Indonesia sampai kwartal I 2011 mencapai 214,5 miliar dolar AS, meningkat 10 miliar dolar AS dibanding posisi akhir 2010. Jumlah tersebut terdiri atas utang Pemerintah sebesar 128,6 miliar dolar AS dan utang swasta 85,9 miliar dolar AS.

Sedangkan rasio utang dibanding PDB saat ini 28,2 persen lebih baik dibanding 1997/1998 sebesar 151,2 persen. Sementara rasio utang jangka pendek dibanding cadangan devisa saat ini 42,6 persen lebih baik dibanding posisi 1997/1998 sebesar 142,7 persen.

REPUBLIKA








07.33 | 0 komentar | Read More

Nazaruddin-Anas Urbaningrum Pesan Kemeja Biasanya di Mal Mewah

Ayung, staf Rekha's Textile, spontan memberikan jawaban saat disinggung tentang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Meski begitu tidak banyak kata yang dilontarkan Ayung di sela-sela kesibukannya memilah-milah baju pesanan pelanggan. Laki-laki paruh baya itu bahkan terkesan menghindar.

"Pak Nazar memang sering ke sini. Tapi dulu. Kalau belakangan jarang. Hampir tidak pernah malah," ungkap Ayung kepada Tribunnews, Rabu (3/8/2011).


"Sering itu pun enggak sering-sering banget lah. Tiga bulan sekali. Eh.. lima bulan sekali. Enggak terlalu sering lah," lanjutnya seakan ingin meralat perkataan sering yang dilontarkannya di awal.




Nama Rekha's Textile mencuat setelah Aa, bekas sopir Nazaruddin mengungkapkan keintiman mantan bosnya dan Anas Urbaningrum. Keduanya menurut Aan sering membuat pakaian di tempat itu.

Ayung mengatakan Nazar bukan termasuk pelanggan khusus di Rekha's Textile yang berada di lantai 2, Plaza Indonesia, Jakarta itu. Ada juga beberapa politisi lain yang kerap memesan baju di toko tersebut. Ayung menegaskan, Nazar hanya satu dari sekian banyak pelanggan toko yang berada di pusat perbelanjaan mewah di Jakarta tersebut.

"Sama saja lah. Namanya kita toko, kalau ada pelanggan, ya kita layani. Bahkan kalau Presiden yang datang ya kita layani, masa kita tolak," kata Ayung.

Ditambahkan Ayung, jenis pakaian yang sering dipesan Nazar pun tidak ada yang tergolong istimewa. Ayung menyebutkan pihaknya biasa membuat kemeja untuk Nazar. Beberapa jenis pakaian lain yang dicontohkan Tribunnews, seperti safari atau jas, diakui Ayung tidak terlalu dipesan Nazar.

"Orang-orang sekarang kan ya pakai bajunya enggak aneh-aneh. Paling kemeja, malah sekarang batik yang sering. Kalau jas, safari, kayaknya udah jarang," ujarnya.

"Pak Nazar itu agak sering ke sini sebelum jadi anggota DPR. Setelah itu, dia jarang-jarang lah," tegas Ayung.

Rekha's Textile sendiri biasa melayani pembuatan berbagai macam baju. Tidak sedikit baju yang dibuat itu berdasarkan rancangan dari sang pelanggan. Toko yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan Mark & Spencer itu juga menjual kain dan berbagai bahan tekstil lainnya.

Aan, bekas sopir Nazaruddin sempat menuturkan bahwa Nazaruddin dan Anas sama-sama sering mejahit baju di tempat itu. "Saya beberapa kali bahkan sering mengambilkannya. Baik pesanan pak Anas maupun Pak Nazar," kata Aan saat dihubungi Rabu (3/8/2011).

tribunnews



02.36 | 0 komentar | Read More

Nazaruddin Pakai Identitas Palsu

Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan, pihaknya memprediksi tersangka Muhammad Nazaruddin menggunakan paspor dengan identitas palsu selama menjadi buronan internasional. Oleh karena itu, Nazaruddin sulit dibawa kembali ke Indonesia.

"Namanya kan sudah ada di red notice (Interpol). Kalau misalnya ketahuan (pakai identitas asli), pasti akan ditangkap negara-negara tersebut. Kenapa tidak tertangkap, karena dia pakai identitas palsu," kata Sutarman di Mabes Polri, Jumat (29/7/2011).

Sutarman mengatakan, negara yang kini menjadi persembunyian Nazaruddin sudah menyampaikan bahwa tidak ada warga negara ilegal yang masuk ke negaranya sehingga kemungkinan Nazaruddin menggunakan buku paspor asli. Namun, Sutarman mengaku belum tahu nama apa dan negara mana yang dipakai Nazaruddin dalam paspor.

Penangkapan Nazaruddin, lanjut Sutarman, tergantung kepolisian di negara itu apakah bisa membuktikan bahwa dokumen yang dipakai Nazaruddin adalah palsu. Namun, kepolisian negara itu menyatakan bersedia membantu.

Seperti diberitakan, pemerintah sudah kirim tim dari berbagai instansi untuk membawa pulang tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games itu. Nazaruddin pernah muncul dalam wawancara televisi via Skype, dan melontarkan berbagai tudingan yang menyudutkan banyak pihak.

TRIBUNnews

23.24 | 0 komentar | Read More

Masukkan Email Untuk Mendapatkan Gosip Terbaru GRATIS

Masukkan Email Untuk Mendapatkan Gosip Terbaru GRATIS FeedBurner